Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan

[ARTIKEL OTO] : "Sejarah PT. Astra International"

Sejarah Singkat PT ASTRA International
PT. ASTRA International resmi berdiri secara hukum dan disahkan dihadapan Notaris Sie Khawn Djioe pada tanggal 20 Pebruari 1957 di Jakarta, dan dalam Keputusan Menteri Kehakiman RI No. J.A./53/5 tanggal 1 Juli 1957 dan terdaftar di Paniteraan Pengadilan Negeri di Jakarta, serta diumumkan dalam tambahan No. 01117 Berita Negara RI No.85 tanggal 22 Oktober 1957.

PT. ASTRA International berawal dari sebuah niat Bapak Tjia Kian Tie untuk mendirikan sebuah perusahaan, tepatnya akhir tahun 1956 dan awal tahun 1957, dan selanjutnya pimpinan perusahaan diserahkan kepada Bapak William Soeryadjaya sementara itu Bapak Tjia Kian Tie selaku komisaris, dan kini PT. ASTRA International bukan lagi sebagai Perusahaan Perorangan tapi telah menjadi Perusahaan Publik.
Pemberian nama perusahaan dengan PT. ASTRA International mempunyai arti khusus, dengan harapan nama tersebut dapat memberikan prospek cerah dimasa mendatang. Nama “ASTRA” diambil dari nama seorang Dewi dalam mythologi Yunani Klasik bernama ‘Astrea’, anak dari Dewa Matahari Zeus yang merupakan Dewa teragung bagi bangsa Yunani Kuno.

Dewi Astrea lahir dari Dewi Themis dan hidup dalam zaman emas, menurut cerita dalam mythologi Yunani tersebut, Dewi Astrea merupakan Dewi terakhir yang menarik diri ke angkasa di mana kemudian ia bersinar sebagai bintang dalam Konstelasi Bintang Virgo.

Sedangkan nama “International” menandakan bahwa ruang lingkup usaha yang bakal dijalankan tidak hanya sekedar usaha di dalam negeri, tetapi harus mampu bersaing di tingkat dunia, untuk itu pulalah PT. ASTRA Internasional mempunyai symbol “Bola Dunia”(Globe). Namun dalam perkembangannya symbol tersebut diubah menjadi “A New Dynamic “. Pergantian ini terjadi pada tanggal 19 Oktober 1999 semasa Presdir Ibu Rini M.S. Soewandi.

Pada tanggal 19 Oktober 1999 tepatnya di lantai delapan Gedung A, Jl. Gaya Motor Raya No.8 ,Sunter-Jakarta Timur, merupakan satu pertemuan yang perlu diingat oleh seluruh jajaran direksi ASTRA Group yakni pertemuan akhir tahun saat disampaikannya President Message dan peluncuran logo baru PT. Astra International. Pada kesempatan tersebut Presdir AI Rini M.S. Soewandi pernah mengakui dengan catatan bahwa bukan berarti Astra tidak mempunyai prospek lagi.

“ Dari segi teknikal kita memang sudah dikatakan bangkrut dan sejak Agustus 1998 Astra juga tidak dapat lagi melanjutkan pembayaran cicilan pokok. Demikian pula pada bulan Oktober 1999 mulai menunda pembayaran hutang sampai disetujuinya program restrukturisasi hutang.”

Namun bukanlah Astra namanya bila harus menyerah dengan situasi perekonomian yang tidak menentu, dengan bermodalkan sumber daya manusianya dan kompetensinya di berbagai bidang, Astra harus tetap dipertahankan keberadaannya dengan cara melahirkan terobosan-terobosan baru bagi pemantapan bisnis Astra dimasa datang.

Restrukturisasi hutang selesai pertama kali dibanding dengan perusahaan besar lainnya. Ini menimbulkan kepercayaan masyarakat untuk memburu saham Astra, lonjakan harga saham cukup fantastis dari Rp.225 per saham pada tanggal 21 September 1998 menjadi sekitar Rp.3.850 setelah tanggal 23 Juni 1999. Akhirnya, masa depan Astra akan tetap baik sesuai dengan prospek bisnis yang digelutinya, yang umumnya jangka panjang.

Krisis ekonomi telah membawa Astra kearah perubahan yang mendasar, hal ini tertuang dalam lima hal sebagai filosofi dasar group Astra:
1. Astra harus lebih dinamis, berdiri kokoh dengan landasan usaha yang kuat, tetapi harus tetap dinamis dalam merespon setiap perubahan.
2. Astra adalah perusahan publik yang dimiliki oleh banyak pihak, maka Astra harus dikelola secara independen dan profesional.
3. Pengelolaan itu harus bersifat transparan dan kredibel.
4. Astra yang dinamis harus mampu lebih kritikal dalam membuat keputusan usaha dan investasi yang dilandasi oleh pengetahuan dan informasi yang kaya.
5. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, Astra harus menekankan komitmen group usaha yang beroreantasi kepada penyediaan produk dan jasa yang berkualitas dan terpercaya. Astra harus lebih dikenal sebagai perusahaan yang mengutamakan kepuasan pelanggan.

Kelima hal tersebut hendaknya mewarnai setiap sikap dan tindakan karyawan dan manajemen Group Astra.
Pada tanggal 29 Januari 2001 merupakan babak baru kerjasama PT. Astra International dengan BMW AG, dimana dalam perjanjian tersebut BMW AG akan mendirikan PT. BMW Indonesia yang mulai beroperasi 1 April 2001, dalam perjanjian tersebut PT. BMW Indonesia akan memfokuskan penjualan partai besar yang meliputi penjualan Mobil, Sepeda Motor, suku cadang, aksesoris, dan perencanaan pemasaran, purna jual serta kegiatan lainnya di Indonesia. Sementara PT. Astra International hanya mengimpor mobil BMW baik secara utuh (Built-Up) maupun Terurai (Completely Knocked Down) melalui anak perusahaannya
PT. Tjahja Sakti Motor. Perjanjian ini dilakukan semasa Presdir Bp. T.P Rachmat.

Arti Symbol PT. ASTRA International
1. Globe “Bola Dunia”
“Bola Dunia berarti PT. ASTRA International akan menjadi perusahaan yang mampu berbicara ditingkat Dunia”.

2. A New Dynamic
a. Warna Biru, menggambarkan langit yang tidak berbatas, seperti juga kemampuan dan kesempatan ASTRA yang tidak terbatas
b. Empat sudut yang merupakan dasar dari logo, melambangkan falsafah ASTRA: Catur Darma.
c. Garis lengkung bumi menggambarkan semangat ASTRA untuk “go global” dengan mengembangkan kemampuaan yang telah kita miliki selama ini.
d. Bintang berekor yang terus menerus menjelajahi langit melambangkan semangat ASTRA dalam menjelajahi dunia usaha dan melakukan inisiatif-inisiatif baru untuk meningkatkan pelayanan ASTRA kepada pelanggannya.

Struktur Organisasi PT. Astra International
*) klik untuk memperbesar gambar

Perkembangan dan Kegiatan Usaha
Awalnya tidak ada yang menyangka bahwa “ASTRA” akan menjadi perusahaan besar yang mempunyai jaringan usaha yang luas seperti saat ini. Berawal dari usaha perdagangan umum dan ekspor hasil pertanian. Komoditi yang di ekspor Astra pada lima tahun pertama dititik beratkan pada rempah-rempahan, kopra, lada, minyak akar wangi, dan minyak kenanga. Sedangkan dibidang perdagangan umum menyalurkan beras, barang P&D seperti limun dan makanan kaleng, juga berdagang bahan bangunan, peralatan listrik dan kantor.

Dan baru pada tahun 1965 mulai mengalihkan usaha impor alat-alat berat dan barang-barang teknik untuk ikut menunjang kebutuhan pembangunan nasional. Dimulai dengan pemasok peralatan untuk proyek pembangunan waduk Jati Luhur dan dilanjutkan dengan mengimpor alat-alat berat dan generator tenaga listrik untuk PLN dan pada tahun 1968 mengimpor ratusan truk Chevrolet untuk kebutuhan Pemerintah, dan mengubah status perusahaan dari “ Export, Import & Merchandise” menjadi “Exporter, Importer & Authorized Distributor”.

Makin luasnya usaha tersebut dikarenakan ASTRA makin memperoleh kepercayaan dari para investor luar negeri untuk memasarkan produk-produknya di Indonesia antara lain: Toyota, Honda, Xerox, Komatsu, Daihatsu, Caltex. Dan sampai dekade 90-an bertambah lagi dibidang otomotif seperti: BMW, Peugeot, Isuzu dan Nissan. Kepercayaan dunia perbankan juga menumbuhkan bisnis ASTRA dibidang jasa Keuangan, Pertaniaan, Perkayuan, Industri ringan, Infrastruktur, Pendidikan, Yayasan dan Asuransi.

Divisi-divisi yang memasarkan produk Astra satu per satu memisahkan diri dan berkembang menjadi perusahaan yang juga mempunyai cabang di daerah. Dengan makin luasnya jaringan usaha Astra makin besar pula peranannya dalam pembangunan Indonesia, dan mempekerjakan lebih dari 30.000 orang tenaga kerja.
Secara keseluruhan sampai saat ini PT. ASTRA International terdiri dari enam Divisi antara lain: Divisi Kendaraan, Divisi Heavy Equipment, Divisi Property, Divisi Resources, Divisi Finance dan Divisi System.

a. Divisi Kendaraan
1. ASTRA MOTOR I
Usaha ini mengimpor, memproduksi dan menyalurkan model sepeda motor bermerk “Honda”, sedangkan yang ditunjuk oleh PT. Astra Internasional sebagai agen tunggal adalah PT. Federal Motor berdiri pada tahun 1970, kemudian pada tahun 2000 berubah menjadi PT. ASTRA Honda Motor.

2. ASTRA MOTOR II
PT. Toyota Astra Motor, berdiri pada tahun 1971 sebagai pemasok dan penyalur ekslusive terbesar untuk kendaraan dan komponen-komponen Toyota dan sebagai distributornya PT. Astra Internasional menunjuk
PT. Astra Motor Sales (Auto 2000).

Untuk produk unggulannya PT. TAM telah merancang dan membuat kendaraan yang cocok dengan kultur masyarakat Indonesia yaitu kendaraan niaga ”Kijang” . disamping itu PT. TAM juga telah mengembangkan kendaraan sedan bermerk “Soluna” yang berlokasi di Kawasan Industri KIIC- Karawang, Jawa Barat. Produk lainnya untuk kendaraan adalah sedan Starlet, Corona, Corolla, Crown dan Land Cruiser.

3. ASTRA MOTOR III
Divisi ini berfungsi mengimpor, memproduksi dan menyalurkan hingga pemeliharaan purna jual. Divisi ini menangani lima buah merk kendaraan antara lain: Daihatsu, BMW, Peugeot, Isuzu dan Nissan Diesel.

4. ASTRA MOTOR IV
Untuk mendukung pengembangan kendaraan bermotor, PT. Astra Internasional bermitra dengan Jepang dan mendirikan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang komponen-komponen kendaraan bermotor salah satu contoh adalah Accu GS.

Sejarah Perkembangan ASTRA MOTOR III
Pada awalnya, divisi otomotif yang bernama PT Astra International Incorporated Motor Vehicle Division (PT AII-MVD), dibentuk pada tahun 1959, kendaraan yang pertama dipasarkan adalah “Toyota”. Untuk mendukung produksi kendaraan, maka didirikan PT Gaya Motor pada tahun 1969. Perusahaan ini merupakan perusahaan perakitan kendaraan bermotor sebagai anak perusahaan patungan dengan Pemerintah Indonesia.

Tahun 1973, Motor Vehicle Division mulai memasarkan merk lain yaitu “Daihatsu”, dan sekaligus berfungsi sebagai agen tunggalnya. Situasi pasar cenderung membaik sehingga memerlukan penanganan yang lebih terkonsentrasi untuk masing-masing merk.

Tahun 1976 “Toyota” memisahkan diri dari Motor Vehicle Division dan berdiri sendiri dengan nama PT Toyota Astra Motor sebagai Agen tunggal dan PT Astra Motor Sales (AUTO 2000) sebagai distributor. Dengan demikian Motor Vehicle Division hanya mengelola Daihatsu.

Keberhasilan PT AII-MVD menangani Daihatsu memberikan kepercayaan kepada manajemen dan pihak lain, pada tahun 1970 PT Multi France Motor yang menjadi agen tunggal kendaraan merk “Peugeot dan “Renault” bergabung dalam jajaran Motor Vehicle Division, tahun 1985 PT Tjahja Sakti Motor Corporation sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk “BMW” juga menggabungkan diri. Pada tahun yang sama PT United Imer Motor menjadi Agen Tunggal Pemegang Merk “Nissan Diesel” juga ikut bergabung.

Dengan hadirnya empat merk kendaraan, berarti di dalam jajaran Motor Vehicle Division ada lima merk yang ditangani, yaitu: Daihatsu, Peugeot, Renault, BMW, dan Nissan Diesel, yang menjadikan Divisi ini semakin besar dan kompleks. Karena itu dalam kurun waktu tersebut, pada tahun 1989, PT. Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia, memulai proses permesinan blok mesin dan memproduksi “Engine Alumunium”. Saat ini juga direncanakan untuk mengembangkan fasilitas permesinan. “Cylinder Head”, “Crank” dan “Camshaft” serta “Connecting rod” untuk menambah fasilitas yang telah ada. Pengepresan “Body” secara lengkap yang dikenal dengan teknologi “Body Tech” telah lebih dahulu dilakukan oleh PT Daihatsu Indonesia, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk penggunaan komponen lokal.

Dalam perkembangan selanjutnya, PT AII-MVD kembali dengan kegiatan utama sebagai distributor kendaraan, sedangkan perusahaan-perusahaan anggota kelompok berfungsi sebagai agen tunggal. Misalnya PT Nasional Astra Motor sebagai Agen tunggal tidak menjual produk kendaraan merk Daihatsu langsung ke konsumen, tetapi melalui PT. AII-MVD. Sementara itu, jumlah merk kendaraan yang dipasarkan bertambah dengan masuknya kendaraan merk FIAT yang dikelola PT. Federal Mobil pada tahun 1990.

Bisnis Otomotif terus berkembang dan makin mengarah pada suatu tujuan di masa yang akan datang bagi masing-masing kelompok merk kendaraan. Kelompok yang sering disebut dengan Daihatsu and Others ini semakin besar, sehingga muncul gagasan untuk membentuk suatu group identity yang merupakan kristalisasi dari sebuah kelompok usaha berbagai merk dan kelas kendaraan. Nama yang diusulkan harus relevan dengan bisnis otomotif yang meliputi produksi, penjualan dan layanan purna-jual kendaraan bermotor yang berkarakter multi brand. Pada tahun 1993 tampil nama “ ASTRA MOBIL “. Dan pada tahun 2000 tampil dengan nama “ ASTRA MOTOR III “ untuk Daihatsu, BMW, Peugeot, Nissan Diesel, Isuzu.

Dalam kegiatan operasional ternyata kebutuhan akan pengelolaan masing-masing merk kendaraan mulai dari pencanaan produksi, proses produksi, jaringan pemasaran dan pelayanan purna jual dalam satu manajemen yang dapat dilihat dalam gambar di bawah ini:
 *) klik untuk memperbesar gambar

I. Grafik Perkembangan ASTRA MOTOR III

*) klik untuk memperbesar gambar

Mengutip ucapan pendiri PT. ASTRA International Bapak William Soeryadjaya, ” Berkat yang kami peroleh dari Tuhan bukan khusus untuk kami saja, tetapi kami mau jadikan berkat itu untuk semua orang, terutama dalam menciptakan lapangan kerja”. Dan secara umum ucapan tersebut dapat diambil maknanya untuk dijadikan sebagai cita-cita ASTRA yaitu :” Sejahtera Bersama Bangsa sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia menuju Masyarakat Adil dan makmur”.


Falsafah ASTRA
Cita-cita Astra mengacu pada cita-cita pendirinya kemudian diformulasikan dan disusun menjadi falsafah perusahaan yang terdiri dari 4 (empat) point dengan nama “Chatur Dharma”. Falsafah ini akan menjadi basic mentaly seluruh jajaran karyawan ASTRA.

Chatur Dharma ASTRA:
1. Menjadi milik yang berharga bagi bangsa dan negara
2. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
3. Saling menghargai dan membina kerjasama
4. Berusaha mencapai yang terbaik
Motto ASTRA
“Per Aspera Ad Astra” yang berarti ‘Bekerja Keras untuk mencapai Bintang’

Semoga bermanfaat

[ARTIKEL OTO] : "JENIS-JENIS KABEL DAN PENGGUNAANNYA"

Jenis Kabel dan Penggunaannya | Penggunaan kabel dalam teknik elektronika mempunyai peranan yang sangat penting, kita tidak disarankan menggunakan kabel sembarangan sebelum kita mengetahui kontruksi dan karakteristik kabel yang akan kita gunakan, dengan memperhatikan tersebut diharapkan kita akan mendapatkan hasil maksimal dari usaha kita.

Kabel berdasarkan fungsinya digunakan untuk :

  • Penghantar arus listrik tenaga (Power Cable)
  • Penghantar arus listrik data dan informasi
Ada tiga hal penting yang ada pada kabel diantaranya :
  1. Penghantar (Konduktor) : media untuk menghantarkan arus listrik 
  2. Isolator : bahan dielektrik untuk mengisolasi dari penghantar yang satu terhadap yang lain dan juga terhadap lingkungan lingkungannya. 
  3. Pelindung luar : yang memberikan perlindungan terhadap kerusakan mekanis, pengaruh bahan- bahan kimia elektrolysis, api atau pengaruh pengaruh luar lainnya yang merugikan.
Kabel sebagai Penghantar arus listrik tenaga (Power Cable)
Jenis kabel ini sering digunakan untuk instalasi penerangan maupun instalasi tenaga arus kuat diantaranya adalah NYA, NYAF, NYM, NYMHY, NYY, NYFGBY dll.

Kabel NYA : yaitu kabel yang berinti penghantar/tembaga tunggal, berlapis atau terselubung bahan isolasi PVC.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel NYA
Karakteristik kelistrikan Kabel NYA :
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Dari tabel, misalnya kabel dengan ukuran 1 mm² pada temperatur 20º C : penghantarnya memiliki resistansi sebesar 23.4 ohm setiap 1 km panjang kabel dan penyekatnya memiliki resistansi sebesar 51 M ohm setiap 1 km panjang kabel.

Kabel NYM : merupakan kabel jenis standar dengan tembaga sebagai penghantar berisolasi PVC dan berselubung PVC (isolasi berlapis). Kabel NYM berinti 1, 2, 3 bahkan lebih.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel NYM
Karakteristik kelistrikan Kabel NYM :
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya

Kabel NYAF : merupakan jenis kabel serabut fleksibel dan berisolasi PVC dengan penghantar tenbaga berjenis serabut dimaksud untuk mempermudah bergerak (fleksibel). Kabel jenis NYAF digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibilitas yang tinggi.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel NYAF
Karakteristik kelistrikan Kabel NYAF :
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya

Kabel NYMHY : adalah jenis kabel dengan tembaga serabut sebagai penghantar dan fleksibel, berisolasi PVC dan terselubung PVC. Kabel jenis ini digunakan untuk instalasi yang bergerak seperti peralatan listrik tangan (Bor, Solder dll)
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel NYMHY
Karakteristik kelistrikan Kabel NYMHY :
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel NYY : Merupakan kabel standar dengan tembaga sebagai penghantar berselubung PVC dan berisolasi PVC
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel NYY
Karakteristik kelistrikan Kabel NYY :

Berikut adalah beberapa jenis Kabel sebagai Penghantar arus listrik data dan informasi.

Kabel sebagai Penghantar arus listrik data dan informasi
Kabel Jenis ini diantaranya adalah seperti kabel telepon, kabel Coaxial, kabel Serat Optik, Kabel USB maupun kabel pada Perangkat Audio-Video.

Kabel Telepon
Macam-macam kabel telepon diantaranya, aerial cable (kabel atas tanah), indoor cable (kabel rumah), burial cable (kabel tanam) dll.

Aerial cable, kabel jenis ini merupakan kabel telepon yang digunakan diluar ruangan atau diudara bebas yang dipasang antara satu tiang telepon dengan tiang yang lainnya.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Ket :
1. Penghantar tembaga
2. Pita polyester
3. Kawat galvanis baja bulat (untuk menarik/penyangga kabel antar tiang)
4. Selubung luar polyethylene
Indoor Cable, kabel jenis ini merupakan kabel telepon yang digunakan didalam ruangan/rumah.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Buried Cable, merupakan jenis kabel yang tertanam dalam tanah
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel Coaxial
Kabel jenis yang memiliki impedansi rendah sekitar 80 ohm, redaman yang rendah dan umumnya digunakan untuk frequensi tinggi. Contohnya seperti : Kabel antenna.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel Serat Optik
Merupakan jenis kabel (media) transmisi yang dapat menyalurkan informasi dengan kapasitas yang besar dan dengan kehandalan yang tinggi. Serat optic ini gelombang pembawa informasinya bukan merupakan gelombang elektromagnetik atau listrik, akan tetapi merupakan sinar atau cahaya laser.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Serat optic tersusun dari beberapa bagian yang memiliki fungsi dan indeks bias yang berbeda, diantaranya :
  • Core ( inti ) terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas tinggi berfungsi untuk melewatkan cahaya yang merambat dari satu ujung ke ujung lainnya.
  • Cladding ( Selubung ) Berfungsi sebagai cermin, untuk memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung yang lain terbuat dari bahan gelas dengan indeks lebih kecil dari core (inti ).
  • Coating ( jaket ) berfungsi sebagai pelindung mekanis dan tempat code warna. Coating terbuat dari bahan plastik untuk melindungi serat optik dari kerusakan, tekanan perubahan temperatur dan sebagainya.
Kabel USB ( Universal Serial Bus )
Metrupakan kabel data yang digunakan untuk koneksi komputer dengan pheripheral atau peralatan tambahan pada komputer.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel pada Perangkat Audio-Video
Terdapat beberapa format kabel video diantaranya seperti coaxial composit, RCA-komposit, s-video 3RCA, 5 RCA, HDMI dll. Kabel video berbeda dengan kabel audio analog dimana kabel audio berfungsi mentransfer sinyal berfrekuensi rendah 20 -20 Khz. Sedangkan kabel video berfungsi untuk mentransfer sinyal frekuensi tinggi 8 Mhz -10 Mhz seperti format NTSC.
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel RCA Audio Video
Jenis-jenis Kabel dan Penggunaannya
Kabel HDMI Audio Video
Sumber : Dien-Elcom

Semoga Bermanfaat

[ARTIKEL OTO] : "Mengenal Bilangan Oktan Pada Bahan Bakar Kendaraan"


OKTAN

Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari.

Nama oktan berasal dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang memiliki sifat kompresi paling bagus. Oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, tidak seperti yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan meskipun baru ditekan sedikit.

Bensin dengan bilangan oktan 87, berarti bensin tersebut terdiri dari 87% oktana dan 13% heptana (atau campuran molekul lainnya). Bensin ini akan terbakar secara spontan pada angka tingkat kompresi tertentu yang diberikan, sehingga hanya diperuntukkan untuk mesin kendaraan yang memiliki ratio kompresi yang tidak melebihi angka tersebut.

Umumnya skala oktan di dunia adalah Research Octane Number (RON). RON ditentukan dengan mengisi bahan bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel dengan kondisi yang teratur.
Beberapa angka oktan untuk bahan bakar:

Angka oktan bisa ditingkatkan dengan menambahkan zat aditif bensin. Menambahkan tetraethyl lead (TEL, Pb(C2H5)4) pada bensin akan meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut, sehingga bensin "murah" dapat digunakan dan aman untuk mesin dengan menambahkan timbal ini. Untuk mengubah Pb dari bentuk padat menjadi gas pada bensin yang mengandung TEL dibutuhkan etilen bromida (C2H5Br). Celakanya, lapisan tipis timbal terbentuk pada atmosfer dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia. Di negara-negara maju, timbal sudah dilarang untuk dipakai sebagai bahan campuran bensin.

Zat tambahan lainnya yang sering dicampurkan ke dalam bensin adalah MTBE (methyl tertiary butyl ether, C5H11O), yang berasal dan dibuat dari etanol. MTBE murni berbilangan setara oktan 118. Selain dapat meningkatkan bilangan oktan, MTBE juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas di dalam mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan gas CO. Belakangan diketahui bahwa MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat karsinogenik dan mudah bercampur dengan air, sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-tempat penampungan bensin (misalnya di pompa bensin) MTBE masuk ke air tanah bisa mencemari sumur dan sumber-sumber air minum lainnya.

Etanol yang berbilangan oktan 123 juga digunakan sebagai campuran. Etanol lebih unggul dari TEL dan MTBE karena tidak mencemari udara dengan timbal. Selain itu, etanol mudah diperoleh dari fermentasi tumbuh-tumbuhan sehingga bahan baku untuk pembuatannya cukup melimpah. Etanol semakin sering dipergunakan sebagai komponen bahan bakar setelah harga minyak bumi semakin meningkat.

sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Semoga bermanfaat 

[ARTIKEL OTO] : "Mendiagnosis Sistem Pelumasan Mesin"



MESIN terdiri dari bagian-bagian logam yang bergerak. Beberapa di antaranya ada yang berhubungan langsung secara tetap antara satu dan yang lain, misalnya poros engkol, batang torak, dan bagian mekanisme katup. Saat mesin mulai berputar, gesekan yang terjadi antara bagian-bagian mesin tersebut akan menjadi aus. Oli pelumas secara terus-menerus melumasi bagian-bagian mesin untuk mencegah keausan sehingga bisa mengurangi keausan pada bagian-bagian mesin yang bergerak.

Selama oli tersebut bersirkulasi, oli juga menyerap panas untuk mendinginkan mesin, mengisi celah antara bantalan-bantalan, dan jurnal-jurnal yang berputar, membentuk seal (perapat) antara cincin torak dan dining silinder sehingga gas di atas torak tidak mengalami kebocoran, serta membawa kotoran-kotoran dari bagian mesin.

Diagnosis gangguan sistem pelumasan Ada dua keluhan yang sering terjadi pada sistem pelumasan. Pertama, penggunaan oli mesin yang boros. Borosnya oli mesin dipengaruhi oleh kecepatan mesin. Kecepatan mesin yang tinggi akan meningkatkan temperatur sehingga viskositasnya akan menurun. Oli akan mudah melalui cincin torak dan masuk ke dalam ruang bakar yang selanjutnya oli tersebut terbakar. 

Kecepatan yang tinggi juga akan meningkatkan gaya sentrifugal sehingga oli yang ada di dalam karter lebih banyak terlempar ke dinding selinder dan masuk ke ruang bakar.

Keluhan lain keausan mesin, pada mesin yang telah aus, pemakaian oli akan meningkat. Hal ini terjadi apabila cincin torak dan silindernya mengalami keausan sehingga kemampuan cincin torak untuk menyapu oli pada dinding silinder berkurang dan oli tersebut terbakar pada ruang pembakaran.

Penyebab lainnya yang mengakibatkan borosnya oli pelumas adalah tidak berfungsinya sil atau perapat. Gambar satu memperlihatkan tempat yang sering terjadi kerusakan sil atau perapat pada sebuah mesin.

Kedua, tekanan oli terlalu rendah atau tinggi. Kadang-kadang, lampu indikator tekanan oli terlihat berkedip-kedip atau menyala terus atau jarum penunjuk memperlihatkan tekanan yang rendah. Jika terjadi hal yang demikian, kemungkinan level oli pada karter terlalu rendah. 

Periksalah level oli tersebut. Jika ternyata olinya cukup ada, kemungkinan unit colokan tekanan oli atau pengukurnya rusak. Gantilah unit colokan tekanan oli/pengukur tersebut, hidupkan mesin untuk melihat apakah lampu indikator atau pengukur bekerja dengan normal. 

Suara kegaduhan pada pengangkat katup dan bantalan juga merupakan tanda-tanda tekanan oli yang rendah. Penyebab terjadinya tekanan oli yang rendah antara lain:
a. Pegas penekan katup pada filter lemah atau patah.
b. Pompa oli rusak.
c. Saluran oli pecah atau retak.
d. Saluran oli sebelum unit saklar tekanan terhalang atau tersumbat.
e. Oli yang tidak tepat atau terlalu encer
f. Bantalan mesin aus.
g. Kebocoran pada filter oli

Cara mengatasi gangguan tekanan oli yang rendah tersebut antara lain:
a. Ganti pegas katup filter.
b. Ganti pompa oli.
c. Perbaiki atau tambal saluran olinya.
d. Hilangkan sumbatan pada saluran oli.
e. Ganti oli sesuai dengan spesifikasi
f. Ganti bantalan mesin.
g. Ganti filter dan gasketnya.

Apabila tekanan oli terlalu tinggi biasanya disebabkan oleh
a. Katup tekanan oli terlalu ke dalam.
b. Pegas katup tekanan oli rusak.
c. Saluran oli sesudah unit saklar tekanan tersumbat.
d. Oli terlalu kental.

Untuk mengatasi gangguan oli yang terlalu tinggi, lakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Longgarkan katup tekanan oli.
b. Ganti pegas katup oli.
c. Hilangkan sumbatan pada saluran oli.
d. Ganti oli sesuai dengan spesifikasi. 


(Much Abdullah Nurhidayat, Pemerhati SDM Bidang Mekanik Otomotif, pengajar di SMK Prakarya Internasional Bandung)***

Semoga bermanfaat

[ARTIKEL OTO] : "DAFTAR KONVERSI SATUAN PENTING"

Berikut dibawah ini adalah beberapa daftar konversi satuan yang mungkin sobat cari.

Panjang
1 Ft = 12 in
1 in = 25,4 mm
1 mile = 5280 ft = 1760 yd = 1,609 km
1 km = 3281 ft = 1093,6 yd = 0,6214 mile

Luas
1 in² = 6,452 cm²
1 m² = 1550 in² = 10,76 ft² = 1,196 yd²

Volume
I ft³ = 7,481 US gallon = 28,32 liter
1 in³ = 16,39 cm³
1 US gallon = 3,785 liter
1 liter = 0,03531 ft³ = 61,02 in³ = 0,2642 US gallon

Kecepatan
1 ft/s = 30,48 cm/s
1 m/s = 3,281 ft/s = 3,6 km/h
1 mile/h = 1,467 ft/s = 1,609 km/h = 0,8684 knot
1 km/h = 0,278 m/s = 0,621 mil/h

Percepatan
1 ft/s² = 0,3048 m/s²

Massa dan Berat
1 lb = 0,4536 kg = 7000 grains
1 kg = 2,205 lb

Massa jenis
1 lb/ft³ = 16,02 kg/m³
1 gr/cm³ = 62,43 lb/ft³

Gaya
1 lb = 0,4536 kg = 0,4536 kp = 4,448 N (Newton)
1 kp = (kilopound) = 2,205 lb = 9,807 N

Tekanan
1 psi = 1 lb/in² = 0,07031 kg/cm² =51,71 mmHg pada 0ºC
1 kg/cm² = 14,22 psi = 735,6 mmHg pada 0ºC = 0,9807 bar
1 atm (standar) = 14,7 psi =1,033 kg/cm² = 760 mmHg pada 0ºC
1 bar =  N/m² =  Pa = 1,0197 kg/cm² = 14,50 psi

Momen Putar
1 lb ft = 0,1383 kgm = 1,305 Nm
1 kgm = 7,233 lb ft = 9,807 Nm

Energi dan Kerja
1 ft lb = 0,1383 mkg = 1,356 J = 1/778 BTU
1 mkg = 7,233 ft lb = 9,807 J = 1/427 kcal
1 J = 1 Ws = 10 7 erg
1 kcal = 427 mkg = 4187 J = 3,969 BTU
1 BTU = 778 ft lb = 1055 J = 0,252 kcal
1 hp hr = 2545 BTU = 0,7475 kWh
1 PS hr = 632,4 kcal = 0,7355 kWh

Daya
1 W = 1 J/s = 1/1000 kW
Daya kuda metrik: 1 PS = 75 mkg/s = 0,7355 kW = 0,9863 hp
Daya kuda non-metrik: 1 HP = 550 ft lb/s = 0,7475 kW = 1,014 PS

Temperatur
ºF = 1,8 ºC + 32
ºR = ºF + 460 = 1,8 ºK
ºK = ºC +273

Konstanta Gas Universal
R = 1,986 BTU/(moleºR) = 1545 ft lb/(moleºR) = 1,986 cal/(gmoleºK)
    = 848 mkg/(kmoleºK)

Lain-lain
1 cal/gram = 1,8 BTU/lb
1 cal/(gram ºK) = 1 BTU/lb ºR

Semoga bermanfaat

[ARTIKEL OTO] : "MENGENALI APA ITU EMISI KENDARAAN??"

 
Alat transportasi kenderaan bermotor yang digunakan sehari-hari guna mendukung mobilitas masyarakat dalam segala bentuk aktifitas ternyata tidak sepenuhnya menjanjikan harapan yang positif.

Dibalik penggunaan alat transportasi tersebut tersimpan berbagai masalah atau kalau boleh dikatakan sebagai ancaman bagi pengguna dan lebih konyol lagi terhadap masyarakat lingkungannya.
Ancaman yang ditimbulkan alat transportasi tersebut cukup beragam dan yang paling menakutkan dan berkepanjangan adalah emisi gas buang dari knalpot tiap kenderaan

Tentunya kita sudah mendengar dan membaca artikel-artikel tentang kondisi kota-kota besar di Indonesia yang sudah tercemar dan akan terus semakin parah bila kita tidak mau peduli dari ancaman tersebut. Mungkin banyak orang berpikir bahwa hal tersebut tidak seburuk yang diperkirakan, bahkan ancaman gas beracun tersebut telah menelan banyak korban meninggal dunia dan beberapa diantaranya dimuat di media  cetak, hal tersebut belum cukup menyadarkan manusia bahwa lingkunganya tidak seramah dulu lagi dan Jakarta adalah urutan ketiga kota tercemar didunia, bisa jadi akan menyusul menjadi kota tercemar peringkat dua. Penyuplai pencemaran udara tersebut terbesar ~70-80% adalah kendaraan bermotor dari segala jenis yang beroperasi di jalan-jalan raya.dalam segala bentuk aktifitas.

Sudah saatnya kita sama-sama peduli kondisi ini dan hal tersebut dapat diatasi bila kita mau peduli kondisi tersebut dan saya percaya ditengah kondisi ekonomi dengan krisis moneter yang melanda bangsa indonesia kita masih mau peduli lingkungan yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia khususnya generasi penerus yang mewarisi tongkat kepemimpinan dimasa mendatang.

Emisi gas buang kenderaan mermotor dari segala jenis mesin pembakaran didalam (Internal combustion engine) dengan konstruksi dan teknologi yang diterapkan tetap menghasilkan emisi gas buang, bila tidak dilakukan perawatan yang rutin terhadap kendaraan tersebut maka emisi tersebut masuk pada tingkat yang membahayakan artinya melampaui ambang batas yang ditentukan.

Tenaga yang dihasilkan kenderaan bermotor dihasilkan dari perubahan energi bahan bakar menjadi tenaga gerak, perubahan energi tersersumber dari hasil pembakaran bahan bakar. Proses pembakaran pada laboratorium antara bahan bakar bensin dengan pernyawaan ogsigen yang terdapat diudara ~21 % dengan perbandingan  1 : 14.7  (stoichiometric) akan terjadi pembakaran yang sempurna menghasilkan CO2 (Carbon dioksid) dan H2O (Uap air).

Pada mesin kendaraan hal ini tidak akan pernah terjadi akibat variable kondisi dari hampir semua aspek yang mendukung proses pembakaran seperti,
-          Ratio perbandingan antara volume bahan bakar dan debit udara
-          Kwalitas bahan bakar
-          Kwalitas udara
-          Pengatomisasian bahan bakar (Carburation)
-          Homogenisasi campuran bahan bakar dan udara
-          Hambatan proses pembakaran (Tidak tepatnya waktu penyulutan (ignited)
-          Mekanisme engine/mesin
-          Teknologi sistem bahan bakar dan pengapian
-          Dan masih banyak hal lain yang memungkinkan proses pembakaran terganggu

Perkembangan teknologi otomotif hingga saat ini memungkinkan tiap engine yang diproduksi melakukan proses pembakaran pada mesin (Internal Cumbustion ) mendekati sempurna sehingga menghasilkan tenaga yang maksimun dengan emisi yang seminim mungkin. 

Dapat dipastikan bahwa semua pabrik pembuat engine/mesin  mengacu pada konsep diatas dan relefan dengan tuntutan spesifikasi yang diharapkan dan kian berkembang. Namun kurun waktu pemakaian kendaraan tersebut akan terjadi perobahan-perobakan dari kwalitas kerja mekanis engine maupun sistem pendukungnya  sehingga proses pembakaran menjadi jauh lebih tidak sempurna dan kenderaan inilah yang berperan sebagai penyuplai pencemaran udara. Banyak masyarakat kita punya prediksi bahwa selama mesin kenderaannya dapat dihidupkan dan tidak rewel merupakan kesimpulan engine/mesin masih bekerja optimal. Pemahaman inilah yang semestinya bergeser dari semua kalangan dengan beragam type kendaraan yang dimiliki

Pengelompokan dari perkembangan teknologi yang diterapkan pada mesin/engine kendaraan bermotor dapat dibagi dalam beberapa kelompok,

Engine/mesin bensin (Petrol engine)
1.       Engine/mesin dengan menggunakan sistem bahan bakar karburator dan pengapian konvensionak
2.       Engine/mesin dengan menggunakan sistem injeksi dan pengapian electronis
3.       Engine menggunakan sistem engine management dan katalik converter (katalisator)

Engine/mesin solar (diesel engine)
1.       Engine/mesin menggunakan sistem injeksi langsung
2.       Engine/mesin menggunakan sistem injeksi tidak langsung

Perbandingan emisi gas buang antara mesin bensin dan diesel adalah Gas buang motor bensin jauh lebih berbahaya dibanding dengan mesin diesel, emisi gas buang mesin bensin pada umumnya tidak terlihat oleh mata namun sangat membahayakan untuk kelangsungan hidup manusia

CO (Corbon monoksida) tidak berwarna dan tidak beraroma, gas ini terjadi bila bahan bakar atau unsur C tidak mendapat ikatan yang cukup dengan O2 artinya udara yang masuk keruang silinder kurang atau suplai bahan bakar berlebihan



HC (Hidro carbon) Warna kehitam-hitaman dan beraroma cukup tajam , gas ini terjadi apabila proses pembakaran pada ruang bakar tidak berlangsung dengan baik atau suplai bahan bakar berlebihan

Pb (timah hitam) tidak berwarna dan tidak beraroma memiliki berat jenis lebih berat dari udara , partikel ini terjadi pada semua bahan bakar yang menggunakan timbal seperti bensin dan premix



CO2 (Carbon diosida), tidak berwarna dan tidak beraroma, gas ini terjadi akibat pembakaran yang sempurna antara bahan bakar dan udara dalam hal ini ogsigen

NOX (Nitrogenoksida), tidak berwarna dan tidak beraroma, gas ini terjadi akibat panas yang tinggi pada ruang bakar akibat proses pembakaran sehingga kandungan nitrogen pada udara berubah menjadi NOX

Partikel asap (Smoke) berwarna hitam keabu-abuan dari hasil pembakaran engine/mesin diesel, hal ini terjadi karena kurangnya suplai udara yang akan bersenyawa dengan bahan bakar, tekanan pembukaan injector rendah, saat penginjeksian tidak tepat dan beban yang berlebihan
Bila kandungannya pada suatu ruangan mencapai 3000 ppm (Part per million) dapat membunuh manusia dalam waktu  ~30 menit, karena sifat carbon monoksid mudah beradaptasi dengan darah dan kandungan CO pada darah akan menolak ogsigen yang dibutuhkan oleh darah sehingga tubuh kekurangan ogsigen dan tamatlah riwayatnya

Gas ini dapat mengakibatkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan dan pada akhirnya menjadi penyakit yang serius



Partikel ini sangat berbaya bagi kelangsungan hidup generasi penerus karena partikel melayang pada ketinggian kurang dari 1 meter dari permukaan tanah dan konsumennya adalah anak-anak, partikel ini akan merusak jaringan otak anak dan menurunkan tingkat kecerdasannya.

Gas ini mempunyai berat jenis yang lebih kecil dari udara, sehingga cepat sekali bergerak keatas dan mengakibatkan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Gas ini mempunyai berat jenis yang lebih kecil dari udara dan mengambil tepat di awan dan menimbulkan hujan asam yang mempengaruhu tumbuh-tumbuhan


Partikel asap ini dapat menimbulkan iritasi mata, saluran pernafasan, tenggorokan dan gejala kanker

Pembakaran yang lebih tidak sempurna pada engine/mesin dapat disebabkan dua faktor

1.       Faktor internal dari engine tersebut meliputu kerja

-          Mekanisme engine/mesin
-          Sistem bahan bakar
-          Sistem pengapian
-          Kondisi komponen sistem yang mengalami kerusakan atau erosi mekanis dan elektris
-          Spesifikasi penyetelan yang kurang tepat

2.       Faktor eksternal

-          Prilaku pengemudian kendaraan
-          Kwalitas bahan bakar yang menurun
-          Beban berlebihan

Mekanisme engine yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya untuk mengasilkan tekanan kompresi yang cukup guna merubah ujud bahan bakar dari patikel kecil dari pengatomosasian sistem bahan bakar menjadi gas yang siap dibakar pada ruang bakar. Sumber permasalahannya dapat diakibatkan banyak hal mulai dari kondisi katup, ring piston, dinding silinder, carbon defosit pada ruang bakar, kotoran yang menyumbat intake manifold. 

Tindakan yang seharunya dilakukan untuk selalu mempertahankan kerja optimal dari mekanisme engine adalah dengan merawat kendaraan secara berkala pada bengkel-bengkel yang punya kompetensi untuk perawatan tersebut disamping perawatan dan pemeriksaan kita secara rutin terhadap tinggi oli dan jumlah air pendingin (Open loop sistem) dan kodisi visual lainnya

Sistem bahan bakar, sistem ini akan menyuplai bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses pembakaran pada ruang bakar engine/mesin secara proporsional, untuk teknologi sistem bahan bakar injeksi tentunya lebih baik dibandingkan dengan sistem yang menggunakan karburator sebab pada sistem injeksi dilengkapi dengan sensor yang meraba point seperti debit udara yang masuk keruang silinder, temperatur mesin, posisi katup gas (beban) dan sensor lainnya untuk menentukan jumlah bahan bakar yang diperlukan . 

Bila sistem ini tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya maka penyulaian bahan bakar dan pengatomisasiannya terganggu dan mengakibatkan pembakaran yang jauh dari sempurna artinya akan menghasilkan emisi gas buang yang melampaui batas ambang. Agar sistem dapat bekerja secara optimal maka kita perlu melakukan perawatan secara berkala , dan tidak terlepas dari perawatan kita secara rutin terhadap pembersihan filter udara , khususnya pada engine/mesin diesel seperti phanter, taft , bus, truk dan diesel pada umumnya sesering mungkin membersihkan filter udara agar jumlah udara yang dibutuhkan pada proses pembakaran dapat terpenuhi sehingga partikel asap hitam dapat diturunkan sekecil mungkin.

Pembersihan filter dapat dilakukan dengan sangat mudah menggunakan udara tekan dari bagian dalam filter (arah berlawanan dari kerja filter), hal ini dapat merningkatkan kapasitas kerja filter hingga penggantian secara periodik. Jadi jangan menyimpulkan bahwa jadwal penggantian filter dapat mempertahankan kapasitas kerjanya secara periodik.

Sistem pengapian, sistem ini memungkinkan dapat menyulut atau melakukan pembakaran campuran udara dan bahan bakar tepat pada waktunya sehingga hambatan proses pembakaran dapat ditekan sekecil mungkin dan tentunya mendapatkan tenaga yang maksimum. Sistem akan bekerja seoptimal mungkin bila komponen sistem pada kondisi yang prima, busi misalnya setiap kali melancatkan tegangan tinggi hasil induksi coil, akan mengalami erosi elektris sehingga gap busi menjadi lebih besar dan penampang yang terdekat diatara kedua elektroda menjadi lebih kecil akibatnya percikan api menjadi lebih kecil juga, sehingga reaksi atau kecepatan pembakaran lebih lamban. Komponen lain yang mengalami erosi mekanis dan elektris akan menurunkan efektifitas kerja sistem pengapian.

Pengecekan dan penyetelan saat pengapian yang tepat (Adjustable), menjadi bagian yang penting juga diperhatikan dan secara kontinu mendapat perawatan (tentunya untuk pengapian electronik dan engine management sisten akan lebih terpelihara spesifikasinya selama perlakuan terhadap engine/mesin dilakukan secara wajar dan benar) pada akhirnya proses pembakaran terganggu dan terjadi pemborosan bahan bakar serta meningkatkanya kadar emisi gas buang yang berbahaya.

Engine management sistem dengan close loop system telah menyempurnakan kerja dari beberapa sistem pendukung mekanisme engine guna mengoptimalkan tenaga engine/mesin dan sekaligus peningkatan efisiensi pemakaian bahan bakar serta menekan emisi gas buang sekecil mungkin ditambah lagi dengan penggunaan katalisator yang terpasang pada knalpot (muffler) untuk membakar ulang atau melakukan penetrasi secara kimia terhadap emisi gan buang yang beracun seperti CO, HC, dan NOX.
Terdapat dua macam kalisator yang digunakan pada kendaraan

1.       Two way catalytic converter, proses kimia penetrasi menggunakan bahan dasar platinum dan palladium sebagai katalis yang mampu merubah 2 unsur gas buang yang beracun yaitu HC (Hydrocarbon) dan CO (Cabon monoxide) menjadi H2O (Water) dan CO2 (Carbon dioxide), penggunanaan kalisator ini masih harus dilengkapi dengan EGR (Exhaust gas recirculating) untuk mencegah terjadinya NOX (Nitrogen ocxide) akibat temperatur yang tinggi.

2.       Three way catalytic converter, proses penetrasi ditambahkan dengan inti ceramic dan lapisan rhodium sebagai katalis yang mencegah terjadinya oksidasi nitrogen menjadi nitrogen oksida (NOX). Dengan demikian katalisator ini mampu melakukan penetrasi terhadap ketiga gas beracun dari knalpot.

Pada engine/mesin diesel, mekanisme engine mempunyai peran penting disamping fuel system, mekanisme engine harus bekerja optimal menghasilkan tekanan kompresi yang jauh lebih besar dari engine/mesin bensin. Proses pembakaran solar harus terjadi dengan sendirinya, oleh sebab itu temperatur yang dihasilkan dari tekanan kompresi harus tinggi dan bahan bakar solar diijeksi keruang bakar maupun ruang muka dengan tekanan yang tinggi sehingga terkarburasi/teratomisasi dengan baik dan dapat terbakar.

Mekanisme engine/mesin diesel lebih sensitif dibanding bensin, tuntutan perawatan berkala harus lebih ketat dan pemeriksaan tinggi permukaan oli mesin dan air pendingin radiator harus rutin dilakukan. Demikian juga pada sistem bahan bakar (fuel System) juga menuntut sentuhan yang profesional agar kerja sistem selalu optimal mengijeksikan bahan bakar solar keruang bakar dengan tekanan yang sangat tingg.
 
Filter udara pada sistem bahan bakar harus selalu mempunyai kapasitas yang tinggi agar jumlah udara yang dibutuhkan selalu terpenuhi sebab partikel asap yang terjadi pada knalpot sebagian besar disebabkan kurangnya ogsigen yang harus bersenyawa dengan sejumlah solar pada ruang bakar. Begitujuga filter solar yang mampu menyuplai solar yang bersih kedalan pompa injeksi agar pompa yang bekerja sangat presisi dapat bekerja optimal.

Pada engine diesel juga menghasilkan gas-gas beracun dan partikel asap, gas beracun seperti CO dan HC yang dihasilkan oleh mesin diesel kecil sekali dibanding mesin bensin karena temperatur proses pembakaran cukup tinggi. Partikel asap hitam yang terjadi pada
 
Banyak sekali teknologi emisi kontrol yang diterapkan pada engine/mesin yang berbeda dan dengan istilah yang berbeda pada sistem yang sama,seperti, keseluruhannya adalah untuk menekan emisi sekecil mungkin dan menghidari pemborosan pemakaian bahan bakar.

Satu hal yang menarik tentunya adalah keuntungan yang kita dapatkan dari perlakuan terhadap kendaraan baik dari perawatan yang rutin dan cara mengemudi yang baik
-          Kendaraan akan terhindar dari kerusakan yang akan menelan biaya besar
-          Umur kendaraan lebih panjang
-          Biaya operasional lebih kecil dari penggunaan bahan bakar
-          Terhindar dari ancaman gas buang
-          Berbuat amal bagi kelangsungan hidup manusia 

Semoga bermanfaat

Tutorial Download (Cara Download) :

1. Pilih salah satu link download yang tersedia 4shared /ziddu /Dll.

2. Tunggu proses halaman selama 5 Detik.

3. Klik tulisan Lewati / Skip Ad pada pojok Kanan atas.

Photobucket

4. Halaman Download akan tersedia.

Catatan: untuk mendownload dari 4shared, pastikan anda sudah mempunyai account 4shared terlebih dahulu

Update via Email

Mendaftar untuk Update Terkini